Cloud Computing Teknologi Canggih Pertanian Moderen

pertanian460        Tokyo- Ilmu pengetahuan dan kecanggihan teknologi yang selalu berkembang dan maju di era moderen saat ini membuat para pakar teknologi di Jepang menciptakan Teknologi Canggih di bidang pertanian yang di berinama CLOUD COMPUTNG yang tujuan pemanfaatannya untuk mengembangkan hasil pertanian dengan cara memasang sensor-sensor untuk mendeteksi hal yang mempengaruhi kualitas hasil panen.

Sensor yang di pasang mempunya fungsi yang bermacam-macam. Sebagian sensor yang di pasang untuk memprediksi hujan, kelembaban dan lain-lainnya. dan semua itu di satukan dalam satu sistem yang bsa di pantau mengguanakn smartphon dan tablet PC hebat kan?

Sistem tersebut dibuat oleh Fujitsu, dan konon sudah mulai digunakan oleh Fukuhara, Shinpuku Seika, Aeon Agri Create dan Sowakajeun. Semua itu adalah instansi pertanian yang beroperasi di Jepang.

“Kami mengerti bagaimana pentingnya peran ICT dalam pertanian. Teknologi ini bisa dipakai untuk menjaga kualitas hasil panen,” kata Masami Yamamoto, President Fujitsu Limited di sela-sela Fujitsu Forum 2013 di Tokyo International Forum 15-16 Mei 2013 yang turut dihadiri detikINET.

Selain bisa menjaga kualitas hasil panen, teknologi tersebut juga diklaim Fujitsu bisa dipakai untuk mencegah gagal panen yang biasanya diakibatkan oleh kondisi cuaca yang tak terduga.

Untuk bisa mencicipi teknologi tersebut para petani tak perlu membangun infrastruktur khusus, karena semua peralatan dan proses instalasi dikerjakan oleh Fujitsu.

Biaya untuk menggunakannya pun tidak terlalu mahal, setiap bulan penggguna dikenakan biaya mulai dari Yen 40 ribu (sekitar Rp 3,8 juta), dan biaya instalasi awal sebesar Yen 50 ribu (Rp 4,7 juta).

Lalu bagaimana peluangnya di Indonesia yang dulu sempat digaung-gaungkan sebagai negara agraris? Menurut Ewin Tan selaku Head of Product Management Fujitsu Indonesia, teknologi tersebut bisa saja dibawa ke Tanah Air jika ada petani lokal yang menginginkannya.

“Kalau dibilang mungkin, ya mungkin. Karena sebenarnya memang bisa dipakai di Indonesia,” tandas Ewin. (eno/ash)

reffrensi : http://inet.detik.com

Categories: ilmu pengetahuan, teknologi pertanian | Tags: , , , , , | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: