FPP Holds National Seminar and Agrocomplex Expo 2013

Argocomplex-Expo-2013       Faculty of Agriculture and Husbandry of the University of Muhammadiyah Malang (FPP-UMM) held National Seminar and  Agrocomplex Expo at UMM Dome, for two days, Tuesday-Wednesday (25-26/06). On the first day, there was Agrocomplex Expo followed by 50 stands from the public who exhibited local commodity plant and their handiwork.

At the same time, FPP also held the final of Scientific Writing Competition (LKTI) followed by 17 finalists from Vocational and Senior High School, and the students and research institution from Kalimantan, Sulawesi, Bengkulu, Lampung, Central Java, Jogja until Bali with a total of 50 stands. Besides, the agenda was also followed by drum band, massive gymnastics, percussion, and several other agendas.

The Dean of FPP, Dr Damat, MP explained that the exhibition was made as a campaign to decrease imported food dependency, such as wheat flour until fruit. Because after being researched, the foodstuff produced in Indonesia has potential food source which is for the time being, it hasn’t been really noticed by people. For example, in root tubers, especially in sweet potato, its nutrition fact is not less than imported wheat flour.

“However, what becomes the obstacle is how to promote and the trade competition which is done which is not done as great as the promotion of imported wheat flour,” Damat explained.

On the other hand, Damat continued, actually the wheat flour has protein named gluten which is not too good for body health. This is not like sweet potato flour which doesn’t contain gluten. Statistics data in 2012 shows that Indonesia still imports wheat until 7,2 million tons. Meanwhile, the effort which has been done is developing tapioca flour with fermentation, sweet potato, garut and porang tuber that are considered having potency which can live and survive well, although it grows under tree.

“It is impossible for us to stop 100% imported commodity, but at least it can decrease. Therefore, it doesn’t depend on imported food thoroughly,” Damat explained. At least, 20 until 25 % of our ability to decrease the foodstuff dependency.

Besides, the expo was also intended to convey message to the public that the nutrition fact from several local commodities are not less than imported product. As welll as the antioxidant owned by sweet potato. The substance of antioxidant is being sought by middle and upper class people who really care about body health. The sweet potato which is consumed with full of fibre and nutrition can be called as functional foodstuff in which, now, it is famous and not considered anymore as second class food. “There are more people who recognize that we don’t have to consume imported foodstuff and learn to respect local commodity,” Damat said.

This time, the government role should function as the regulator which gives the real policy by giving support to the effort of local commodity production increasing. Thus, it is not merely oriented on the imported food. However, indeed, it doesn’t become long term solution, because in its origin country, wheat is not only used as foodstuff, but also animal feed until biofuel in which someday it is predicted that it will be fought for and there is mark up. At least, we need to hold movement to increase awareness of the strength owned by the local commodity so the reduction of dependency can be realized.

“Meanwhile UMM itself is conducting research, guiding lecturer and taking concrete steps to develop food independency. Community Service (KKN) is also considered being enough to help to develop the local commodity,” he explained. Thus, it is expected to be able to be the annual agenda which is compulsory to be held to make people both inside and outside the campus aware.(nes/masl/nas/t_tys)

refrensi : http://www.umm.ac.id/id/umm-news-3544-fpp-gelar-seminar-nasional-dan-agrocomplex-expo-2013.html

Categories: teknologi pertanian | Tags: , | Leave a comment

Teknologi IT GPS dan Chip

GPS (Global Positioning System) merupakan teknologi yang memungkinkan kita untuk mengetahui posisi koordinat suatu lokasi di permukaan bumi berdasarkan informasi yang didapat dari satelit.

pelacakan

GPS Tracker merupakan suatu sistem pelacakan posisi obyek bergerak pada koordinat bumi, memanfaatkan teknologi GPS dan jaringan GSM/GPRS. Menerjemahkan koordinat tersebut dalam alamat yang tepat serta menampilkannya dalam gambar peta digital.

Cara Kerja GPS Tracker GT10.2LP

Seperti terlihat pada gambar, setelah GPS Tracker GT10.2LP dipasang dikendaraan, maka receiver GPS akan menerima sinyal koordinat posisi. Setiap 30 detik, koordinat posisi akan dikirimkan ke server pelacakan, menggunakan jaringan GSM/GPRS melalui SIMcard di dalam GPS Tracker GT10.2LP.

Data koordinat tersebut akan diterjemahkan dalam format peta digital, menggambarkan lokasi terakhir koordinat posisi, serta gambar lintasan jalan yang dilewati oleh obyek. Pemetaan posisi pelacakan dapat diakses melalui website tracking SepuluhDua, serta melalui perintah SMS ke nomer SIMcard yang dipasang di dalam GPS Tracker GT10.2LP.

Dikarenakan GPS Tracker GT10.2LP memakai layanan GPRS untuk mengirimkan data koordinat posisi, maka diperlukan biaya bulanan pulsa sebesar 30.000 s/d 50.000 rupiah perbulan. Untuk SIMcard, anda dapat memilih operator yang memiliki cakupan wilayah luas yang sesuai dengan aktivitas pergerakan kendaraan.

Fitur-Fitur GPS Tracker GT10.2LP

  • Pelacakan posisi kendaraan melalui website, perintah SMS atau WAP.
  • Memantau posisi kendaraan secara realtime, menelusuri catatan lintasan perjalanan kendaran, serta melakukan pengawasan terhadap pergerakan.
  • Mematikan/menyalakan mesin melalui perintah SMS maupun website.
  • Menyadap/mendengarkan suara percakapan kabin kendaraan.
  • Memberikan peringatan apabila kendaraan melewati batas wilayah atau jalur yang ditetapkan.
  • GPS Tracker kecil handal dan penerimaan sinyal akurat.
  • Battery cadangan yang membuat GPS Tracker tetap aktif walaupun catuan tegangan dari kendaraan diputus.
  • Memantau banyak kendaraan melalui website hanya dengan satu userid.
  • Download laporan perjalanan.

Manfaat GPS Tracker GT10.2LP

Dengan memasang GPS Tracker GT10.2LP, dengan mudah anda dapat melakukan pelacakan dan pengawasan jarak jauh terhadap:

Kendaraan Pribadi (Mobil/Motor)
Rental Mobil/Truk/Alat Berat
Mobil Dinas Perusahaan
Armada Angkutan Barang/Cargo/Delivery
Angkutan Umum/Travel/Bus/Taxi

  • Meningkatkan keamanan terhadap resiko pencurian kendaraan maupun muatan, termasuk peringatan melalui SMS apabila kendaraan melewati batasan wilayah ataupun jalur yang telah ditetapkan.
  • Memaksimalkan kegiatan mobilitas sehingga meningkatkan produktivitas.
  • Pengawasan terhadap SDM yang mengoperasikan kendaraan.
  • Mempermudah koordinasi antara armada dengan pemilik.
  • Peningkatan efisiensi penggunaan bahan bakar, maintenance dan biaya ponsel untuk koordinasi.
  • Peningkatan efisiensi distribusi barang dan armada.
  • Peningkatan kepuasan pelanggan, dengan memberikan kepastian layanan pengantaran barang kepada pelanggan.

Keunggulan SepuluhDua Lacak Posisi

  • Pengalaman bertahun-tahun dalam bisnis M2M dengan ribuan pelanggan.
  • Perusahaan kredibel, berkomitmen kepada kepuasan pelanggan, jaminan garansi dan perbaikan .
  • Sistem pelacakan posisi canggih dan terlengkap dengan biaya investasi yang terjangkau.Sistem dan hardware GPS Tracker handal.

reffrensi : http://sepuluhdua.com

Categories: Perkembangan IT | Tags: , | Leave a comment

Cloud Computing Teknologi Canggih Pertanian Moderen

pertanian460        Tokyo- Ilmu pengetahuan dan kecanggihan teknologi yang selalu berkembang dan maju di era moderen saat ini membuat para pakar teknologi di Jepang menciptakan Teknologi Canggih di bidang pertanian yang di berinama CLOUD COMPUTNG yang tujuan pemanfaatannya untuk mengembangkan hasil pertanian dengan cara memasang sensor-sensor untuk mendeteksi hal yang mempengaruhi kualitas hasil panen.

Sensor yang di pasang mempunya fungsi yang bermacam-macam. Sebagian sensor yang di pasang untuk memprediksi hujan, kelembaban dan lain-lainnya. dan semua itu di satukan dalam satu sistem yang bsa di pantau mengguanakn smartphon dan tablet PC hebat kan?

Sistem tersebut dibuat oleh Fujitsu, dan konon sudah mulai digunakan oleh Fukuhara, Shinpuku Seika, Aeon Agri Create dan Sowakajeun. Semua itu adalah instansi pertanian yang beroperasi di Jepang.

“Kami mengerti bagaimana pentingnya peran ICT dalam pertanian. Teknologi ini bisa dipakai untuk menjaga kualitas hasil panen,” kata Masami Yamamoto, President Fujitsu Limited di sela-sela Fujitsu Forum 2013 di Tokyo International Forum 15-16 Mei 2013 yang turut dihadiri detikINET.

Selain bisa menjaga kualitas hasil panen, teknologi tersebut juga diklaim Fujitsu bisa dipakai untuk mencegah gagal panen yang biasanya diakibatkan oleh kondisi cuaca yang tak terduga.

Untuk bisa mencicipi teknologi tersebut para petani tak perlu membangun infrastruktur khusus, karena semua peralatan dan proses instalasi dikerjakan oleh Fujitsu.

Biaya untuk menggunakannya pun tidak terlalu mahal, setiap bulan penggguna dikenakan biaya mulai dari Yen 40 ribu (sekitar Rp 3,8 juta), dan biaya instalasi awal sebesar Yen 50 ribu (Rp 4,7 juta).

Lalu bagaimana peluangnya di Indonesia yang dulu sempat digaung-gaungkan sebagai negara agraris? Menurut Ewin Tan selaku Head of Product Management Fujitsu Indonesia, teknologi tersebut bisa saja dibawa ke Tanah Air jika ada petani lokal yang menginginkannya.

“Kalau dibilang mungkin, ya mungkin. Karena sebenarnya memang bisa dipakai di Indonesia,” tandas Ewin. (eno/ash)

reffrensi : http://inet.detik.com

Categories: ilmu pengetahuan, teknologi pertanian | Tags: , , , , , | Leave a comment

Create a free website or blog at WordPress.com. The Adventure Journal Theme.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.